A-Z soal Viral Eks Polwan Ngaku Di pecat

A-Z soal Viral Eks Polwan Ngaku Di pecat Usai Tolak Bebaskan Pemerkosa

A-Z soal Viral Eks Polwan Ngaku Di pecat, Video mantan Polwan yang bertugas di Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Yuni Utami yang bicara soal pemecatannya

baca juga: Penjual Nasgor Tegal Tewas Di tembak Adik

karena menolak membebaskan pelaku pemerkosaan beredar dan ramai di bicarakan di media sosial. Polda Sulteng telah menanggapi video tersebut.


Di lansir, Kamis (1/9/2022), dalam video yang beredar, Yuni awalnya mengaku telah mendapatkan klarifikasi Polri soal pemecatan dirinya setelah dua tahun desersi

karena menolak di mutasi ke Satuan Lalu Lintas. Yuni membantah hal itu dan mengatakan dirinya sebenarnya di pecat buntut menolak perintah atasan melepaskan pelaku pemerkosaan.

Pernyataan Lengkap Yuni Utami yang Viral


Dalam video tersebut, Yuni Utami mengenakan topi berwarna merah. Yuni berbaju dengan kerah perpaduan warna abu-abu dan hitam.

Di lihathari ini, berikut pernyataan lengkap Yuni Utami:

Saya Yuni Utami mantan Polwan Polda Sulteng yang di pecat tahun 2014 karena tidak masuk kantor selama 2 tahun. Di sini saya mau membantah secara tegas klarifikasi

dari Polri kalau saya tidak masuk kantor selama 2 tahun itu karena saya tidak mau di mutasi menjadi Lantas Polres. Alasan saya tidak masuk kantor selama 2 tahun

berawal dari kasus pemerkosaan yang terjadi di tahun 2012 di mana saya adalah penyidik kasus tersebut dan saya mendapat perintah dari oknum membebaskan tersangka kasus pemerkosaan

dengan alasan tersangka adalah orang kaya dan punya bekingan perwira. Tetapi saya menolak perintah tersebut sehingga saya banyak mendapat ancaman

dari oknum dan saya di mutasi ke Polres dan kasus yang saya tangani tersebut di berikan kepada oknum yang memerintahkan saya untuk membebaskan tersangka kasus pemerkosaan tersebut.

Parahnya lagi saya sudah melaporkan masalah saya ini sampai ke tingkat ke Polda, tapi saya tidak mendapatkan respons yang baik dari institusi Polri.

Tanggapan Polda Sulteng


Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto mengatakan video Yuni yang viral merupakan video baru. Untuk itu Polda Sulteng memberikan klarifikasi soal pemecatan Yuni.

“Dia buat baru karena yang dulu (video viral sebelumnya) dia pakai baju Polwan,” kata Kombes Didik saat di mintai konfirmasi , hari ini.

“Jadi dia buat baru lagi akhirnya kita klarifikasi lagi,” lanjut dia.

Didik menjelaskan Yuni Utami merupakan lulusan Bintara Polwan angkatan 37 tahun 2008. Yuni kemudian mendapat kepercayaan untuk menjadi Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Biromaru Polres Donggala pada 2012.

Terkait pengakuan Yuni yang mengaku di pecat karena menolak membebaskan pelaku pemerkosaan, Didik mengatakan Yuni Utami yang saat itu berpangkat Bripda

sebenarnya menangani kasus dugaan pemerkosaan atau asusila bersama seniornya Briptu AA di Polsek Biromaru. Terdapat perbedaan pendapat di antara keduanya dalam proses penyidikan.

Di mana Bripda Yuni Utami bersikeras menerapkan pasal pemerkosaan, sementara hasil visum dokter menyimpulkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban,

sehingga Briptu AA meminta untuk di lakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka menyesuaikan hasil visum walaupun hal itu di tolak saudari Yuni Utami,” jelas Didik.

Didik menilai sejak saat itu hubungan antara Briptu AA dengan Bripda Yuni Utami tidak harmonis. Belakangan Polda Sulteng memutasi secara berkala

dengan memindahkan Bripda Yuni Utami menjadi anggota Satlantas Polres Donggala. Saat itulah Bripda Yuni Utami mulai tidak melaksanakan tugas atau tidak masuk kantor,” tutur Didik.

Meski begitu, lanjut Didik, Polsek Biromaru Polres Donggala saat itu tetap menangani perkara ini. Tersangka pemerkosaan juga sudah ditahan.

“Dan tidak pernah di tangguhkan atau dikeluarkan penahanannya,” katanya.

Didik mengatakan kasus pemerkosaan itu telah mendapatkan putusan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Donggala sebagaimana putusan nomor: 67/Pid.B/2012/PN

pada tanggal 8 Agustus 2012 dengan hukuman 8 bulan penjara. Sementara Yuni dilakukan PTDH karena kasus desersi atau tidak masuk dinas selama 2 tahun

sebagaiman Keputusan Kapolda Sulteng nomor : Kep/13/IV/2014/Sahlur tanggal 21 April 2022.

“(Jadi) bukan karena terkait penanganan kasus asusila atau menolak membebaskan kasus pemerkosaan,” kata Didik.

baca juga: Kocak TikToker Percaya Diri

Related Posts