Wow.. BPJS Kesehatan Pastikan Biaya Perawatan

Wow.. BPJS Kesehatan Pastikan Biaya Perawatan Penyakit Kawasaki Di-cover

Wow.. BPJS Kesehatan Pastikan Biaya Perawatan, Belakangan ini heboh di media sosial terkait penyakit langka kawasaki yang di sebut tak di-cover BPJS Kesehatan.

Hal ini di alami oleh seorang anak balita perempuan di Tangerang Selatan. Adapun penyebabnya di sebut-sebut lantaran penyakit kawasaki termasuk penyakit langka.

Lantas, benarkah demikian? Di rektur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti pun ikut menanggapi soal kasus tersebut. Ia menjelaskan,

BPJS Kesehatan menjamin penyakit yang terindikasi secara medis, termasuk penyakit langka kawasaki.

Tidak benar, BPJS menjamin penyakit yang terindikasi secara medis, termasuk penyakit kawasaki, tuturnya saat di hubungi.

Prof Ghufron juga menegaskan pernyataan yang menyebutkan BPJS tak meng-cover penyakit langka kawasaki adalah tidak benar.

Viral Curhat Wanita Nyeri Hebat Imbas Kontrasepsi IUD, gegara Salah Perawatan?

Baru-baru ini, postingan akun TikTok dengan username @dwiifatmaw viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia curhat mengenai masalah yang di alami nya

saat menggunakan intrauterine device (IUD) yakni alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Ia menjelaskan, IUD yang di gunakannya bergeser dan lokasinya tidak dapat di temukan saat USG perut.

Akhirnya, ia harus menjalani USG transvaginal demi mengetahui letak IUD-nya. Meskipun letak nya sudah di temukan, IUD tersebut tidak dapat di ambil bahkan wanita tersebut harus menjalani operasi.

IUD bermasalah, di cek udah geser. Berulang kali ambil dari bawah gagal, di haruskan operasi. Dah operasi 5 jam, enggak bisa di temuin, tulisnya dalam video TikTok akun pribadi nya.

Wanita ini mengaku sudah 20 bulan menggunakan alat kontrasepsi IUD. Selama pasang IUD, ia kerap mengalami kram perut. Namun,

keluhannya tak pernah ia konsultasikan ke dokter. Setelah muncul nyeri hebat, barulah ia melakukan check-up ke dokter.

Salahnya aku selama 20 bulan pasang, aku enggak pernah kontrol, walaupun aku ada keluhan perut kram karena aku terlalu menggampangkan.

Kalau merasa ada keluhan mending periksa, ujarnya. Akhirnya memutuskan buat kontrol cek IUD setelah ngerasa kesakitan buat melakukan aktivitas, sambungnya.

Diketahui, IUD dahulu di kenal dengan nama KB spiral. IUD terbuat dari plastik kecil yang akan di masukkan ke dalam rahim. Berbeda dengan alat KB lainnya,

IUD termasuk dalam alat kontrasepsi yang dapat di gunakan dalam jangka panjang. Penggunaan IUD dapat menyebabkan efek samping.

Salah satunya adalah posisi IUD yang dapat bergeser setelah pemasangan di lakukan. Walhasil sebelum menggunakan IUD, ada baiknya

untuk memahami risiko serta efek samping nya. Selain itu, perawatan di perlukan untuk mencegah risiko dan hal-hal yang tidak di inginkan, misal nya posisi IUD bergeser.

baca juga: Dokter Ungkap Alasan Warga Ogah Booster COVID

Related Posts